Luqman, keledai dan ikan segar…

Hari ini ketika saya membaca majalah Nurul hayat edisi Januari 2012, saya mendapatkan kisah hikmah keluarga yang mengingatkan pada kisah serupa antara Lukman hakim dan anaknya.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan Lukman Hakim bersama anaknya sedang melakukan perjalanan dengan keledai sebagai kendaraan. Pada saat masuk ke sebuah keramaian, anaknya mengikuti dibelakang. Melihat tingkah laku itu sebagian orang berkata, “Lihat orng tua itu, dia enak enak naik keledai sedangkan anaknya dibiarkannya berjalan kaki.. benar benar..!!”.

Mendengar perkataan orang, Lukman pun turun dan mengangkath anaknya untuk menaiki  keledai. Merekapun berjalan terus,”sungguh kurang ajar anak itu, orangtuanya dibiarkannya berjalan sedang dia enak enakan naik diatas keledai” sebagian orang lagi berkata demikian.

Desas desus orangpun terdengar oleh Lukman, dan lagi lagi Lukman menaiki keledai itu  dan kini bersama anaknya. Melihat kedua orang itu, orang orangpun berdesus,”sungguh tidakpunya rassa kasihan kedua orang itu, semuanya naik diatas seekor keledai…!!”

Mendengar desas desus itu Lukman turun dan menurunkan anaknya juga, mereka berdua terus berjalan kaki sambil menuntut keledai. Orang orangpun ramai mengatai mereka,”sungguh aneh mereka itu, kenapa mereka berjalan kaki padahal membawa seekor keledai..!!”

Lukman pun akhirnya menasehati anaknya,” Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal, tiadalah dia mengambil pertimbangan, melainkan hanya kepada Allah S.W.T saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap masalah.”

Kemudian Lukman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, “Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, iaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya.”

Nasehat tersebut tidak diceritakan dalam Al-Qur’an dan saya kurang tahu sumbernya, untuk melengkapi cerita berikut juga saya sertakan  sekilas tentang Lukman yang diceritakan dalam Al-Qur’an.

Luqman adalah nama seseorang yang bijak hingga diabadikan didalam Al-Qur’an. Nasehat Luqman kepada anaknya dalam Al-Quran:

  1. Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya (Tsaran) dan ia menasehatinya: “Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar,” (Qs Luqman (31) : 13)
  2. Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau berada di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membawanya) sesengguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui.” (Qs Luqman (31) : 16)
  3.  Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) me-ngerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah).” (Qs Luqman : 17)
  4. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri ( Qs Luqman : 18)
  5. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keledai. (Qs Luqman : 19)

Itulah nasehat-nasehat Lukman Hakim dalam Al-Quran yang merupakan motifasi bagi kita untuk diikuti dan diamalkan sebab semua nasehat Lukman Hakim tersebut merupakan bagian iman yang esensial dan termasuk sifat-sifat yang agung oleh karena itu sepatuhnya bagi kita untuk menjadikan nasehat-nasehat tersebut sebagai bahan renungan bagi kita kemudian kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu apa cerita di majalah Nurul hayat?he..he… :-)

Cerita “Disini jual ikan segar”…!!!di kolom Rehat Bacaan Hikmah keluarga….yang pesannya adalah “Sahabat, bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang mustahil atau bahkan malah merugikan diri kita sendiri. Utamakan suara hati Anda, utamakan agama kita. Biarlah orang lain berpendapat..tapi saringlah. Cernalah kembali pendapat mereka, apakah sesuai katahati dan agama kita.

Wallaahua’lam bishowab.

TRADISI “YANG SALAH” TAHUN BARU

Besok adalah tepat pergantian tahun masehi dari 2011 ke 2012. Fenomena tahun baru ini bagi sebagian orang merupakan hal yang istimewa. Semuanya merayakn ddatngnya pergantian tahun ini, tiupan terompet dimana mana, petasan dan kembang api berhamburan menghiasi langit, pesta pora bergemuruh di berbagai tempat.

Namun dari fenomena ini, ada yang sangat memprihatinkan manakala meriahnya tahun baru sebanding dengan meriahnya kemaksiatan dimana mana. Ada yang berpesta dengan mabuk mabukan, ngganja dan narkotika, hingga melakukan pergaulan bebas di malam itu..Sungguh hal ini akan menjadi cermin buruk bagi ummat muslim apalagi di Indonesia yang notabenenya mayoritas penduduknya beragama islam.

Sejarah Tahun baru Masehi

Ada baiknya kita mengetahui sejarah dari tahun baru ini. Tahun baru masehi pertamakali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM, tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma. Dalam membuat kalender baru yang menggantikan kalender lama Romawi ini Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, ahli astronomi dari Iskandariyah yang menyarankan kalender baru ini mengikuti  revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan oleh orang orang mesir. 1 tahun dalam penanggalan masehi ini terdapat 365 dan seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM, sehingga tahun 46SM dimulai pada 1 januari.

Caesar juga membuat untuk setiap 4 tahun sekali ditambahkan 1 hari pada bulan Februari, untuk menggenapkan ¼ hari tersebut. Sebelum Caesar terbunuh, pada 44SM dia mengubah nama bulan Quintilis dengan nama dirinya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian nama bulan sextilis diganti dengan nama pengganti Caesar yaitu Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus (Wikipedia.org).

Kenapa Januari dipilih sebagai bulan pertama; pertama karena diambil dari nama dewa Romawi bernama “janus” yaitu dewa yang bermuka dua yang konon adalah dewa penjaga gerbang Olympus, sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun baru. Kedua, karena 1 januari jatuh pada masa puncak musim dingin, yang biasanya diadakan pemilihan konsul dan pada bulan februari konsul terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.

Penjelasan diatas membuktikan bahwa tahun baru masehi berasal dari tradisi barat, tentu aneh jika umat muslim ikut ikutan dalam tradisi ini, Rasulullaah mewanti wanti;

sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang orang sebelum kalian selangkah demi selangkah, hingga kalian masuk lobang biawak sekalipun kalian akan ikut memasukinya”. Para sahabat bertanya: ” maksudnya Yahudi dan Nasrani?”. “lalu siapa lagi” jawab Rasulullooh. (HR. Muslim).

Jika tradisi barat itu baik dan konstruktif maka tidak masalah, seperti kemajuan tekhnologi, namun jika jelas jelas menimbulkan kerusakan moral terutama bagi generasi muda pada malam tahun baru masehi ini, berikhtilat antara laki laki dan perempuan, mengkonsumsi narkoba, berpesta pora  sudah jelas bertolak dengan ajaran Islam. Wallaahua’lam bisshowab.

Kisah Hikmah Sedekah Ikhlas

Mumpung belum lupa, saya ingin berbagi sebuah kisah yang saya dengar pada hari ahad kemarin di pengajian pagi.

Kisah ini mungkin hanya rekaan belaka tapi sungguh sangat bermakna dan banyak hikmah yang bisa kita dapat.

Begini,

Pada suatu hari ada seorang pemuda musafir yang kelihatan lelah sekali. Sesampainya di sebuah desa ia mencari masjid untuk beristirahat. Dari masjid ia menghampiri rumah seorang warga yang kebetulan seorang janda beranak tunggal untuk meminta sedikit air minum menghapus dahaganya.

Tanpa berpikir panjang sang ibu tua menyiapkan hidangan semuanya di meja dan pemuda itu dipersilahkan untuk makan. Tanpa pikir panjang pemuda menyantap semua hidangan yang ada dengan lahapnya. Seusai makan pemuda dipersilahkan untuk menginap saja karena hari sudah malam, seperti pada umumnya lapor Pak RT dan pak RT menyarankan agar kamar dimana pemuda itu tidur dikunci saja dari luar agar tidak menimbulkan fitnah dan hal hal yang tidak diinginkan.

Malam semakin larut, tiba sekitar pukul 01.00 dinihari terbangunlah pemuda  merasa ingin buang air besar, karena sebelumnya sudah makan kenyang. Diketok ketoknya pintu kamar dari dalam. Sang ibu dan anaknya tetap tidak mendengar, akhirnya terpaksalah pemuda itu buang air didalam kamar dan dimasukkan tas kresek :-) .

Tiba waktu pagi pemuda itu pamit untuk sholat shubuh dan melanjutkan perjalanan. Sehabis sholat shubuh, ibu janda membersihkan kamar dimana ditempati pemuda itu tidur.. Masya Allaah…, ditemukanlah tas kresek, apa isinya…!!EMAS batngan seperti di hargaemasdinar.com. he..heee..:-) dia berpikir..pasti ini milik pemuda tadi, disuruhlah anaknya tadi menghampiri pemuda musafir dimasjid untuk  memberitahukan bahwa emasnya ketinggalan. Sampai tiga kali pemuda itu tetap menyangkal bahwa itu untuk ibu dan anaknya, bukan milik saya katanya.

Singkat cerita ibu itu menjadi kaya karena menemukan berbongkah emas di kamarnya tadi, tetanggapun melihat dan ingin tahu darimana diperolehnya kekayaan seperti itu. Ibu itu pun jujur..

Dari cerita jujur sang ibu janda tersebut ada seorang ibu ibu yang ingin memperoleh rejeki yang tak disangka sangka, dicegat dan diundanglah seorang musafir untuk makan dan menginap dirumah, dimasakkannya hidangan lezat dan malamnyapun dikunci dari luar. Tiba sekitar pukul 02.00, persis seperti pada cerita sebelumnya musafir yang menginap juga kebelet buang air besar, ibu tetangga tadi pura pura gak mendengar dan berharap musafir itu buang air besar dikamarnya.

Singkat cerita dipagi hari dengan perasaan senang dan harapan yang besar dibersihkanlah kamarnya dan ditemukan sebuah tas kresek. Tapi…apa yang ditemukan, hanya tas kresek berisi “bubur”….!!!

Nah saudaraku,……inti sedekah adalah untuk berbagi, dan begitu salah kaprah jika kita iringi dengan pamrih. Banyak sedekah yang kita keluarkan berharap nanti menjadi 10x lipat, berharap menjadi 700 kali lipat meskipun itu semuanya juga sudah dituliskan dalam Alqur’an dan hadist, namun hal itu tidak akan kita dapat jika besar harapan kita untuk mendapatkan balasan, alangkah baik dan sempurnanya jika kita sedekah adalah mengungkapkan rasa syukur dan cinta kita terhadap Allaah SWT. Dengan sendirinya semakin syukur kita kepada Allah, niscaya akan ditambah nikmat yang diberikan kepada kita.

Yah, berbuat baiklah dan bersedekahlah karena keikhlasan bersyukur terhadap segala karunia-Nya.

Wallaahu’alam bishowab.

Demikianlah aku memahami hidup

Terkadang kita merasakan sedih

Hingga kesedihan tersebut seperti bagian dari kita, dan kita menjadi bagian dari kesedihan itu

Kita lupa bahwa dalam kehidupan ini ada banyak hal yang bisa membahagiakan kita

Ini semua terjadi karena keyakinan kita bahwa akhir yang kita lihat adalah akhir ciptaan.

Maka jadilah dunia gelap di depan kita

Kalau sekiranya kita mau berfikir dan merenung

Niscaya kita bisa melihat bahwa warna hitam itu indah

Dan warna putih lebih indah lagi dari warna hitam

Janganlah putus asa wahai orang yang kakinya tergelincir

Jika engkau tidak mendapati seseorang yang bisa membahagiakanmu,

Maka berusahalah untuk membahagiakan dirimu sendiri

Jika engkau tidak bisa mendapati seseorang yang menerangimu dengan lentera,

maka mulailah menerangi dirimu sendiri walau dengan sebuah ublik kecil yang menerangi jalan

Jangan engkau biarkan dirimu dimangsa kesedihanmu dimalam malam yang gelap

Mulailah kehancuran diri sebagai awal mimpi yang baru

Jadilah orang yang percaya bahwa jika engkau terjatuh dalam sebuah lobang

Engkau pasti akan keluar darinya dengan lebih kuat dari sebelumnya

Dan Alloh bersama orang orang yang sabar

Demikianlah aku memahami hidup.

Mamduh (majalah Qiblati)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.