Terkadang kita merasakan sedih
Hingga kesedihan tersebut seperti bagian dari kita, dan kita menjadi bagian dari kesedihan itu
Kita lupa bahwa dalam kehidupan ini ada banyak hal yang bisa membahagiakan kita
Ini semua terjadi karena keyakinan kita bahwa akhir yang kita lihat adalah akhir ciptaan.
Maka jadilah dunia gelap di depan kita
Kalau sekiranya kita mau berfikir dan merenung
Niscaya kita bisa melihat bahwa warna hitam itu indah
Dan warna putih lebih indah lagi dari warna hitam
Janganlah putus asa wahai orang yang kakinya tergelincir
Jika engkau tidak mendapati seseorang yang bisa membahagiakanmu,
Maka berusahalah untuk membahagiakan dirimu sendiri
Jika engkau tidak bisa mendapati seseorang yang menerangimu dengan lentera,
maka mulailah menerangi dirimu sendiri walau dengan sebuah ublik kecil yang menerangi jalan
Jangan engkau biarkan dirimu dimangsa kesedihanmu dimalam malam yang gelap
Mulailah kehancuran diri sebagai awal mimpi yang baru
Jadilah orang yang percaya bahwa jika engkau terjatuh dalam sebuah lobang
Engkau pasti akan keluar darinya dengan lebih kuat dari sebelumnya
Dan Alloh bersama orang orang yang sabar
Demikianlah aku memahami hidup.
Mamduh (majalah Qiblati)










3 responses to “Demikianlah aku memahami hidup”
Tohirin
October 29th, 2011 at 20:37
wew… syukron katsiron …
Ebes
November 1st, 2011 at 20:45
haturnuhun
agungtriatmoko
November 11th, 2011 at 18:25
Yang tak pernah aku pahami, mengapa aku harus memahami mereka?